Tempat Wisata di Pontianak yang Wajib Dikunjungi

Posted on

Tempat Wisata di Pontianak Terbaru – Pada artikel sebelumnya Wisatabagus.net telah mengulas tempat wisata di Medan. Pada kesempatan ini kami akan mengulas daftar tempat wisata yang ada di Pontianak. Yuk langsung saja berkenalan dengan kota yang dikenal dengan Kota Khatulistiwa. Nama Pontianak di ambil dari bahasa Melayu, Kota ini didirikan oleh Syarif Abdurrahman Alkadrie dan pada tahun 1778 dikukuhkan menjadi sultan Pontianak. Pontianak terletak pada lintasan garis khatulistiwa dengan ketinggian antara 0.1 sampai 1.5 meter di atas permukaan laut. Kota ini dipisahkan oleh Sungai Kapuas Besar, Sungai Kapuas Kecil, dan Sungai Landak.

Struktur kota Pontianak berupa lapisan tanah gambut bekas endapan Sungai Kapuas. Kota ini memiliki iklim tropis dengan suhu 28 – 32 derajat Celcius dan disiang hari 30 derajat Celcius. Penduduk kota Pontianak didominasi etnis Melayu dan Tionghoa. Selain itu terdapat pula etnis Jawa, Madura, Bugis, Dayak, Arab, Sunda, Banjar, Batak, Minangkabau, dan lain-lain. Masing-masing kota di Indonesia memiliki keberagaman budaya dan keunikanya masing-masing begitu pula dengan pariwisatanya. Pariwisata di Kota Pontianak pun sangat unik dan menarik. Berikut adalah daftar wisata di Pontianak yang wajib anda kunjungi.

Wisata lainnya : Tempat Wisata di Medan Terbaru

Tempat Wisata di Pontianak Kalimantan Barat

  1. Tugu Khatulistiwa

Wisata Tugu Khatulistiwa di Pontianak
Mengenal Tugu Khatulistiwa di Pontianak | Foto : dodaholiday.com

Tugu Khatulistiwa atau Equator Monument merupakan salah satu ikon wisata Kota Pontianak. Tempat ini berlokasi di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara, Provinsi Kalimantan Barat. Tugu ini berjarak kurang lebih 3 km dari Pusat Kota Pontianak. Sampai saat ini Tugu Khatulistiwa telah mengalami beberapa kali reovasi dan renovasi terkahir dilakukan pada tahun 1990 dengan pembuatan kubah untuk melindungi tugu asli serta pembuatan duplikat tugu dengan ukuran lima kali lebih besar dari ukuran aslinya.

Bangunan Tugu Khatulistiwa terdiri dari empat buah tonggak kayu belian (kayu besi), masing-masing berdiameter 0.30 meter dengan ketinggian tonggak bagian depan sebanyak dua buah setinggi 3.05 meter dan tonggak bagian belakang tempat lingkaran dan anak panah penunjuk arah setinggi 4.40 meter. Diameter lingkaran ditengahnya terdapat tulisan EVENAAR dari bahasa Belanda yang berarti equator sepanjang 2.11 meter dengan panjang penunjuk arah 2.15 meter. Tulisan plat dibawah anak panah tertera 109o 20′ 0LvGr menunjukan letak berdirinya Tugu Khatulistiwa pada garis Bujur Timur.

Tempat wisata ini tergolong sangat unik karena ditempat ini terjadi beberapa fenomena alam yang menakjubkan seperti saat terjadinya kluminasi matahari, yaitu sebuah fenomena alam ketika matahari berada tepat di garis khatulistiwa. Pada saat itu posisi matahari akan tepat berada diatas kepala sehingga menghilangkan semua bayangan benda-benda yang ada dipermukaan bumi. Pada peristiwa kluminasi matahari bayangan tugu akan menghilang beberapa detik saat diterpa sinar matahari. Demikian juga dengan bayangan benda-benda lain disekitarnya.

Peristiwa unik tersebut hanya terjadi dua kali dalam setahun yakni antara tanggal 21 – 23 Maret dan 21 – 23 September. Event ini menjadi event tahunan Kota Pontianak yang dapat menarik kedatangan wisatawan lokal maupun mancanegara. Di tempat ini terdapat museum yang berisi mengenai garis imajinasi bumi ini. Jika ingin membelikan oleh-oleh di sekitar monumen juga telah menyediakan souvenir miniatur tugu khatulistiwa. Untuk masuk ketemoat ini tidak dikenakan biaya namun jika ingin mendapatkan sertifikat kunjungan dengan tanda tangan walikota anda harus membayar Rp.10.000,-. Tertarik berkunjung ke tempat ini ? Pastikan untuk melihat event tahunan nya yaa 🙂

  1. Keraton Kadriah

Wisata Keraton Kadriah di Pontianak
Telusuri Sejarah Keraton Kadriah di Pontianak | Foto : pegipegi.com

Sejarah beririnya Keraton Kadriah adalah didirikanya sebuah kesultanan oleh Syarif Abdurrahman Alkadrie pada tahun 1771. Pada saat itu beliau membuka hutan dipersimpangan Sungai Landak, Sungai Kapuas Kecil, dan Sungai Kapuas Besar untuk mendirikan balai dan rumah tempat tinggal. Balai dan tempat tinggal itulah yang kini menjadi Keraton Kadriah.

Keraton Kadriah mejadi pusat pemerintahan Kota Pontianak. Kadriah bertempat di Kampung Dalam, Tanjung Hilir, Pontianak Timur. Saat ini Keraton Kadriah digunakan sebagai tempat wisata edukasi yang dibuka untuk umum yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan sejarah Kota Pontianak dan menanamkan nikai-nilai edukasi untuk generasi-generasi muda tanah air. Di tempet ini terdapat benda-benda peninggalan sultan-sultan terdahulu.

Apabila pengunjung memasuki Istana, didepan istana anda akan disambut dengan gapura yang antik dari kayu Kalimantan yang berukuran cuku besar, gapura cantuk tersebut berwarna kuning terang yang dipadukan dengan warna hijau . Disana juga akan terlihat tiang bendera bekas kerajaan Pontianak yang menjulang tinggi. Benda-benda peninggalan kesultanan yang lainya adalah meriam dengan ukuran yang beragam. Selain meriam ada Kaca Seribu buatan perancis, sebuah benda cantik dengan ukuran yang cukup besar. Kaca ini dikirim langsung dari Perancis dan memuat Keraton Kadriah nampak begitu megah.

Didalam ruang Keraton Kadriah juga terdapat foto-foto, lukisan, dan dokumen-dokumen sejarah kota Pontianak. Di tempat ini juga terdapat singgasana peninggalan kesultanan dari masa ke masa yang masih terlihat sangat rapi. Yuk ajak anak-anak dan keluarga anda berwisata ketempat yang satu ini 🙂

  1. Taman Alun Alun Kapuas

Wisata Taman Alun Alun Kapuas Pontianak
Menikmati Malam Taman Alun Alun Kapuas di Pontianak | Foto : nationalgeographic.co.id

Tak hanya di Pulau Jawa saja yang terkenal akan alun-alun nya, Kota Pontianak juga punya loh guys taman alun-alun milik kota Pontianak ini disebut Taman alun-alun Kapuas. Tata letaknya  di tengah kota menjadikan Taman alun-alun Kapuas bisa dikunjungi dari arah mana saja, maka wajar saja jika hampir setiap hari tempat ini ramai dengan pengunjung. Taman alun-alun Kapuas terletak di pinggiran Sungai Kapuas, Pontianak, tepatnya berada di depan kantor walikota Pontianak.

Taman alun-alun Kapuas sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu, dan sejak dibangun taman ini tetap menjadi salah satu ikon Kota Pontianak. Hingga saat ini taman ini telah mengalami beberapa kali renovasi. Renovasi yang dilakukan diantaranya menambah jumlah air mancur dan menambah luas lahan taman tersebut, saat ini Taman alun-alun Kapuas memiliki luas sekitar 3 hektar. Pemerintah kota Pontianak terus menambah dan memperbaiki fasilitas taman ini agar menambah daya tarik pengunjung dan dapat memajukan sektor wisata Kota ini.

Taman yang dibangun pada tahun 1999 ini memiliki bentuk dan dekorasi yang sangat rapi, sehingga tempat ini dijadikan sarana rekreasi bagi masyarakat Kota Pontianak. Selain tempatnya yang mudah diakses tempat ini juga menjadi tempat rekreasi yang murah meriah. Air mancur milik Taman alun-alun Kapuas sangat indah jika dilihat ketika malam hari. Disekeliling taman ini juga terdapat banyak anak tangga  dan juga terdapat replika landmark Kota Pontianak yakni tugu Khatulistiwa.

  1. Aloe Vera Centre

Agro Wisata Aloe Vera Centre di Pontianak

Ada yang unik nih gengs dari Kota Pontianak, jika di medan ada penangkaran Buaya di Kota ini juga memiliki penangkaran Lidah Buaya. Beda tipis sih yaa :D. Pasti penasaran kan? yuk kita simak ulasanya berikut ini.

Kota yang memiliki struktur tanah gambut ini dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tempat budidaya tanaman lidah buaya yang kemudian dikenal dengan Agro Wisata Aloe Vera Centre Pontianak. Aloe Vera Centre ini telah dikenal baik oleh wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Kelebihan wisata edukasi yang satu ini adalah pengunjung dapat melihat sendiri bagaimana tanaman lidah buaya diolah kemudian dijadikan makanan atau minuman. Beberapa olahan dari tanaman lidah buaya di tempat ini antara lain dodol, jelly, cokelat, minuman sari lidah buaya dan masih banyak lagi. Produk-produk ini bahkan sudah diexpor keluar negeri.

Nah selain dapat melihat proses pembuatan olahan dari tanaman lidah buaya, pengunjung pula dapat mencicipi minuman atau teh yang berasal dari lidah buaya.  Jika ingin memberikan oleh-oleh bagi sanak saudara dirumah, pengunjung dapat juga membelinya disini. Wisata edukasi ini akan menambah wawasan anda mengenai tanaman lidah buaya. Ternyata tanaman lidah buaya tidak hanya dijadikan vitamin rambut, melainkan juga dapat diolah sebagai makanan atau minuman. Waaah menarik sekali yaa 🙂

Aloe Vera Centre Pontianak terletak di Jalan Budi Utomo, Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara, Provinsi Kalimantan Barat. Untuk sampai kesini pengunjung harus menempuh perjalana sekitar 8.5 kilometer dari Pusat Kota Pontianak.

  1. Pantai Pasir Panjang

Wisata Pantai Pasir Panjang di Pontianak

Salah satu destinasi wisata Kota Pontianak yang wajib anda kunjungi adalah Pantai Panjang. Karena iklimnya yang tropis,obyek wisata pantai dikota ini menjadi salah satu yang digemari. Obyek wisata alam ini menjadi tujuan wisata masyarakat pontianak karena keidndahan panorama alamnya. Akomodasi dan transportasi di pantai ini sudah sangat memadahi. Untuk akses menuju lokasi ini sangatlah mudah, sarana transportasi umum pun telah disediakan. Lokasi obyek wisata Pantai Panjang terletak 147 km dari Kota Pontianak. Pantai dengan panjang 3km ini kemudian dikenal dengan penduduk setempat sebagai Pantai Pasir Panjang.

Pantai Panjang menyguhkan panorama pasir putih yang sangat indah membentang disepanjang pinggiran pantai. Dari kejauhan pengunjung pula dapat meihat birunya air laut. Ombak yang dimiliki pantai ini sangatlah tenang sehingga sangat cocok digunakan untuk bermain air ataupun berenang. Karena memiliki hamparan pasir yang luas, pengunjung juga bebas melakukan aktivitas seperti olahraga voly maupun sepak bola. Air laut dipantai ini juga sangat bersih dan jernih jadi pengunjung dapat juga melakukan aktifitas menyelam. Di pantai ini wisatawan juga dapat menikmati keindahan detik-detik matahari terbenam.

Fasilitas dan akomodasi Pantai Panjang sangatlah lengkap mulai dari pusat informasi pariwisata, penyewaan perahu motor, pondok wisata, sepeda air, toko souvenir dan masih banyak lagi. Untuk fasilitas menginap bahkan restaurant pun sudah banyak tersedia disekitar area wisata ini. Selain itu beberapa wahana air juga telah tersedia disini seperti Banana Boat dan bagi pengunjung yang mengajak anak-anak tak perlu khawatir, selain menyadiakan fasilitas bagi orang dewasa Pantai Panjang juga menyediakan wahana bagi anak-anak. Lengkap sekali yaa sobat, apakah anda tertarik mengunungi pantai ini?

  1. Sinka Island Park

Wisata Sinka Island Park di Pontianak
Indahnya Wisata Sinka Island Park di Pontianak | Foto : wisatadirektori.com

Sinka Island Park merupakan taman rekreasi terpadu yang terletak di Teluk Ma’jantuh, Singkawang. Di obyek wisata ini terdapat Kebun Binatang, Kolam Renang, hingga Pantai. Kebun binatang milik Sinka Island Park di sebut dengan Sinka Zoo. Sinka Zo merupakan kebun binatang mini yang didalamnya terdapat sekitar 200 binatang dari 62 jenis species yang berbeda. Biaya ticket Sinka Zoo hanya Rp.10.000,-

Bagi yang ingin menikmati wisata pantai, anda bisa ke Pantai Banjau. Untuk bisa ke pantai ini pengunjung dikenakan tarif Rp.20.000,-. Dengan biaya tersebut pengunjung dapat menikmati panorama keindahan alam Pantai Banjau. Pantai Banjau memiliki tepian beruba bebatuan, jadi jangan harap yaa anda dapat berenang disekitar sini, sangat berbahaya. Apabila ingin berenang dan bermain air, anda dan keluarga dapat mengunjungi kolam renang yang telah disediakan oleh Sinka Island Park.

Di kawasan Sinka Island Park anda dapat menyebrangi jembatan kayu untuk dapat menuju ke Pulau Simping. Pulau Simping disebut-sebut sebagai pulau terkecil di dunia. Menariknya meskipun pulau ini memiliki ukuran yang kecil, namun pulau ini memiliki bangunan klenteng. Untuk bisa menginjakan kaki ke pulau yang sangat unik ini, pengunjung dikenakan biaya sekitar Rp.15.000,-

  1. Rumah Betang Radakng

Wisata Rumah Betang Radakng di Pontianak

Keunikan wisata di Indonesia adalah adanya keberagaman suku, adat, dan budaya. Masing-masing daerah di Indonesia memiliki ciri khasnya. Ciri khas itulah yang membuat wisatawan asing berbondong-bondong datang ke Indonesia.  Kota Pontianak pula memiliki budaya, suku, dan adat yang sangat menarik. Salah satu hal yang menarik dari Kota Pontianak adalah rumah adatnya. Rumah adat dari suku dayak Kalimantan Barat disebut dengan Rumah Betang Radakng.

Di Kota Pontianak anda dapat menemui replika Rumah Betang Radakng yang sengaja dibangun oleh pemerintah kota untuk dijadikan obyek wisata. Rumah ini memiliki bentuk seperti rumah panggung yang panjang. Suku dayak memiliki budaya yang unik, mereka memilih untuk tinggal bersama-sama dalam satu keluarga besar, sehingga semakin banyak anggiota keluarga mereka, semakin panjang pula ukuran rumah tersebut. Rumah Betang Radakng memiliki tiga bagian yaitu : teras atau pante, ruang selasar atau ruang yang digunakan untuk berkumpul seluruh anggota keluarga dan bilik atau ruang milik pribadi bagi setiap kepala keluarga.

Rumah Betang Radakng berbahan kayu ulin yang dihiasi oleh ukiran dan lukisan khas Dayak. Pada saat-saat tertentu rumah ini digunakan sebagai tempat latihan menari dan pertunjukan seni lainnya. Obyek wisata ini terletak di Jalan Sultan Syahir, Kota Baru, Pontianak. Tempat wisata andalan Pemerintah Kota Pontianak ini meraih Museum Rekor Indonesia sebagai rumah terpanjang di Indonesia.

Kota Pontianak ternyata memiliki obyej wisata alam, dan wisata edukasi yang unik. Apabila berkunjung ke Pontianak sempatkan untuk menambahkan obyek wisata diatas ke dalam destinasi wisata anda. Semoga perjalanan anda berkesan 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *